Deteksi Dini
Setiap orang tua, memiliki sebuah hubungan istimewa dengan putra-putrinya. Terlebih jika ia seorang ibu. Dengan 9 bulan sang anak dalam kandungan dan hari-hari penuh kedekatan di awal kelahiran kedekatan itu tak tergantikan. Perasaan terdalam seorang ibu akan segera terusik ketika, ia menyadari ada hal-hal yang berbeda pada tubuh putra/i nya.
Sejauh ini memang ada banyak cara untuk mengetahui, apakah seorang anak masih dalam “situasi aman” dalam perkembangan dan pertumbuhannya, yaitu dengan melakukan, Deteksi dini. Yang meliputi 2 bagian besar yaitu :
A. Prenatal. (Masa Sebelum Bayi Di lahirkan).
Sebenarnya Kesehatan dan Perkembangan Bayi sudah dimulai saat bayi belum terbentuk. Faktor-faktor deteksi dini, yang ikut menentukan seorang bayi akan sehat adalah sbb :
I. Orang tua.
Orang tua memegang peranan penting pada kelangsungan perkembangan dan pertumbuhan putra-putrinya. Oleh karena itu orang tua yang memiliki kesehatan jiwa dan badan yang baik, dididik dengan pola asuh yang baik dan kemudian hidupnya memiliki pola hidup yang sehat lebih menjamin putra-putrinya akan tumbuh dan berkembang dengan baik.
* Orang tua yang terbiasa dengan banyak mengkonsumsi kopi, merokok, sex bebas lebih beresiko tinggi memiliki bayi yang bermasalah, dibandingkan dengan orang tua yang tidak melakukannya.
*Orang tua yang dididik dalam keluarga penuh cinta, hubungan sosial yang sehat akan lebih nyaman untuk seorang anak mengembangkan kemampuan extra dan interpersonalnya.
II. Lingkungan.
Anak-anak yang memiliki masalah dalam kesehatannya lebih banyak dijumpai di lingkungan yang terdeteksi terkena pencemaran tinggi, atau mengkonsumsi makanan/ minuman yang berasal dari daerah tercemar.
* Anak-anak yang tinggal di daerah pencemaran, seperti kasus minamata, terkena langsung pada tampilan fisik maupun non fisik.
Data-data dari pemeriksaan dan Perawatan rutin selama masa kehamilan inilah yang dapat dijadikan acuan untuk mendeteksi kelainan-kelainan pada kesehatan bayi.
B. Post Natal
1. Meminta data-data kelahiran dari rumah sakit/ dokter/ bidan yang menolong kelahiran. Data-data ini meliputi : Lingkar kepala, refleks Moro, berat badan lahir, panjang lahir, jika ada kelainan atau tanda-tanda khusus, golongan darah dan nilai Afgarnya.
2. Secara rutin melakukan pemeriksaan berkala, sesuai yang telah dijadwalkan.
3. Membiasakan memiliki dan menyimpan data-data tentang segala hal yang berkaitan dengan putra/i anda. ( isee :Bagaimana menyimpan data-data anak spesial anda)
4. Memiliki panduan untuk menjadi pendamping perkembangan anak. (Dapat menggunakan karu KMS, atau Denver Test atau panduan perkembangan dan pertumbuhan bayi lainnya)
5. Mewaspadai jika ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya perbedaan dari standart (no 3) yang digunakan dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi anda.
6. Segera berkonsultasi dengan sang ahli (dokter anak, bidan, klinik tumbuh kembang dsbnya) jika tanda-tanda tersebut bersifat menetap dan berdampak pada perkembangan serta pertumbuhan dibulan-bulan berikutnya.
7. Sebaiknya tidak hanya berkonsultasi pada satu ahli, jika anda merasa khawatir terhadap bayi anda. Cobalah mencari “pendapat kedua” dan “pendapat ketiga”, sebelum anda memutuskan apa yang akan anda lakukan pada bayi anda.
8. Tetap tenang dan berserah pada Tuhan, untuk situasi apapun yang anda dan bayi hadapi. Pikirkan dan pertimbangkan dengan matang sebelum melakukan tindakan apapun.
9. Jika memang putra/i anda dinyatakan menjadi salah satu dari anak-anak spesial.. sebaiknya anda bergabung dengan kelompok-kelompok pendukungnya (support group) agar anda dapat saling berbagi dan mendapat dukungan penuh dalam mengatasi persoalan ini.
10. Anak adalah anugrah. Anak dilahirkan dengan kasih sayang Tuhan dan akan menjadi bagian dari dunia yang penuh dengan kasih sayang Tuhan. Jadi tetaplah untuk selalu bersemangat dan bersyukur.

